Latar Belakang

  1. Peraturan Pemerintah (PP) No.63 Tahun 2002 Tanggal 12 November 2002 Tentang Hutan Kota dimana diwajibkan seluruh penyelenggara pemerintah kota dan Kabupaten membuka sedikitnya 10 % atau minimal 0.25 ha dari wilayahnya untuk dijadikan hutan kota
  2. Menurunnya kualitas lingkungan hidup Kabupaten Grobogan sebagai akibat dari banyaknya tanah kosong dan berkurangnya ruang terbuka hijau. Kondisi ini menyebabkan suhu udara cenderung naik
  3. Pengembangan kawasan konservasi plasma nutfah (eksitu)
  4. Belum adanya kebun raya, hutan kota atau arboretum yang mewakili atau mencirikan hutan tropika iklim kering dataran rendah yang memiliki keunikan estetika Jawa tengah bagian timur, khususnya Kabupaten Grobogan
  5. Adanya potensi wilayah KPH Purwodadi yang belum dikembangkan secara optimal
  6. Masyarakat sekitar KPH Purwodadi haus akan hiburan, terutama wisata alam yang estetis karena minimnya sarana rekreasi
  7. Upaya menciptakan lapangan kerja dan lapangan usaha baru
  8. Terciptanya kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi sumber daya alam sejak dini

Maksud dan Tujuan

  1. Terbentuknya suatu kawasan yang dapat berfungsi sebagai konservasi plasma nutfah (eksitu), ruang terbuka hijau dan tempat rekreasi dan edukasi alam yang memiliki nilai estetika tinggi
  2. Optimalisasi asset Perum Perhutani KPH Purwodadi
  3. Upaya Perhutani mengantisipasi isu lingkungan hidup dan membentuk hubungan yang harmonis dan sinergis dengan Pemda dan masyarakat.

Sasaran

  1. Jangka Pendek

– Terbentuknya arboretum / tempat koleksi tanaman yang berfungsi sebagai kawasan konservasi plasma nutfah

– Bertambahnya pengetahuan terhadap jenis-jenis tanaman

– Menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentinya konservasi sumber daya alam sejak dini

  1. Jangka Menengah

– Terbentuknya opini publik yang menunjukkan kepedulian Perhutani terhadap kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup maupun kepeduliannya terhadap kesejahteraan masyarakat.

– Terciptanya kesadaran masyarakat akan manfaat dan fungsi hutan

– Terbukanya kesempatan kerja dan usaha bagi masyarakat sekitar

– Terciptanya profit center dari usaha non kayu serta munculnya produk-produk unggulan lokal

  1. Jangka Panjang

– Terbentuknya hubungan yang sinergis dan harmonis antara Perhutani, Pemda dan masyarakat

– Adanya perbaikan mutu lingkungan hidup dan antisipasi terhadap isu-isu lingkungan hidup

– Media pendidikan dan penelitian ilmu pengetahuan

PENILAIAN PROYEK

  1. A. Analisa Manfaat

  1. a. Manfaat Ekonomi

– Terciptanya profit center bagi Perum Perhutani KPH Purwodadi dari usaha non kayu dan pengembangan budi daya / penangkaran flora di kemudian hari

– Menciptakan lapangan kerja dan lapangan usaha bagi masyarakat

– Sebagai tempat wisata dan peristirahatan (rest area) perjalanan dari Semarang ke tempat lain di Jawa Tengah maupun Jawa Timur via Purwodadi

  1. b. Manfaat Ekologi

– Sebagai identitas suatu kota, tempat pelestarian plasma nutfah, habitat satwa liar

– Terciptanya iklim mikro yang akan meningkatkan kualitas lingkungan

  1. c. Manfaat Sosial

– Meningkatkan keindahan dan sebagai sarana rekreasi untuk menghilangkan stress serta sebagai sarana menyelurkan hobi dan mengisi waktu luang

– Terciptanya suatu lingkungan yang sehat, indah dan nyaman

– Meningkatkan kesadaran masyarakat akan lingkungan hidup dan kelestarian keanekaragaman hayati

– Mengembangkan industri jasa pariwisata di Kabupaten Grobogan

– Terwujudnya hutan kota sebagai tempat pendidikan dan penelitian, sekaligus merupakan konservasi keanekaragaman hayati

  1. B. Analisa Potensi

  1. Potensi Wisata di Sekitar Hutan Kota
  2. Jumlah Penduduk Kecamatan Purwodadi