BEKAS TPK GETAS PERUM PERHUTANI KPH PURWODADI

  1. A. Rencana Desain Pembangunan Tanaman Hutan Kota Bekas TPK Getas

Desain Pembangunan Tanaman hutan Kota Bekas TPK Getas terdiri dari pembangunan tanaman hutan, meliputi:

  1. a. Desain Pembangunan Tanaman Hutan Kota

Desain pembangunan tanaman hutan dalam penentuan jenis tanamannya didasarkan pada kriteria sebagai berikut:

  1. Tanaman yang Memiliki Nilai Estetika (Keindahan)

a) Gradasi Warna Bunga

– Bungur berbunga ungu

– Flamboyan berbunga merah

– Cananga sp, berbunga kuning kehijauan

b) Gradasi Warna Daun

– Matoa, daun muda berwarna merah

– Kesambi, daun muda berwarna merah

– Dan jenis lainnya

c) Keunikan bentuk dan warna kulit batang

– Kayu Putih (Melaleuca leucadendron)

Eucalytus sp, warna batang putih

– Dan lain lain

d) Stratifikasi tanaman berdasarkan aneka bentuk tajuk

– Ketapang, tajuk berbentuk piramida

– Angsana, tajuk berbentuk bundar

– Cemara laut, tajuk berbentuk columnar

– Dan jenis lain

  1. Tanaman Langka Kehutanan

a) Cendana (Santalum album)

b) Ficus sp (jenis beringin langka)

c) Dan lain lain

  1. Tanaman Kehutanan Lokal Spesifik

a) Serut

b) Pule

c) Mimbo

d) Jati Londo

e) Klampis

f) Jenis lokal lain

  1. Tanaman Palem-Paleman (Palmae)

a) Jambe

b) Palem raja

c) Palem ekor tupai

d) Aren

e) Berbagai jenis kelapa

f) Palem jenis lain

  1. Koleksi Bambu- Bambuan

a) Bambu kuning

b) Bambu petung

c) Bambu apus

d) Bambu ori

e) Jenis bambu lainnya

  1. Tanaman Kehutanan Buah-Buahan

a) Durian

b) Melinjo

c) Duwet

d) Matoa

e) Sawo Kecik

f) Jenis tanaman buah lainnya

  1. Diperkaya dengan jenis tanaman

a) Eksotik

– Kayu manis

– Tanaman eksotik lain

b) Tanaman jenis Dipterocarpaceae

– Shorea sp

– Dan lain-lain

  1. Pengkayaan dengan jenis tanaman perdu langka yang mempunyai nilai estetika
  2. Batas-batas blok / tanaman tepi ditanami:

a) Glodokan pecut

b) Palem-paleman (Palmae)

c) Dan lain-lain

10. Pada blok area bermain anak-anak agar menarik ditanami:

a) Kersen

b) Cermai

c) Jambu biji

d) Glingsem

e) Pakis haji dan jenis pakis lain (Cycas sp)

f) Jenis-jenis kamboja

g) Kemuning (Murraya paniculata)

h) Dan lain-lain

11. Pada blok tertentu, tempat fasilitas umum dan arena bermain ditanami jenis bunga-bungaan yang menarik

a) bunga yang mengelompok berdasarkan warna

– Puring

– Pacing

– Bunga sepatu

– Jenis bunga lain

b) Jenis bunga yang ditanam bergabung bersama jenis lain

– Soka

– Mawar

– Jenis bunga lain

Dalam pengaturan tanaman hutan dibagi dalam 8 blok pengembangan yaitu

  • Blok 1 terdiri dari Pohon Berbunga / Indah
  • Blok 2 terdiri dari Pohon Langka
  • Blok 3 terdiri dari Pohon yang Berbatang dan Berkulit Unik
  • Blok 4 terdiri dari Tanaman Lokal yang Spesifik
  • Blok 5 terdiri dari Pohon Perindang
  • Blok 6 terdiri dari Tanaman Johar, Mimbo, Mahoni
  • Blok 7 terdiri dari Pohon Buah-buahan
  • Blok 8 terdiri dari Bambu-bambuan
  1. b. Desain Sarana dan Prasarana Pengembangan

Disamping adanya blok tanaman, dilokasi hutan kota akan dibangun pula sarana dan prasarana penunjang yang letaknya sedemikian rupa sehingga memudahkan pengunjung untuk menjangkaunya. Untuk pengembangannya sarana dan prasarana dibagi dalam 4 blok (Blok Pendukung), yaitu :

  • Blok A adalah Fasilitas Tempat Parkir
  • Blok B adalah Fasilitas Sosial
  • Blok C adalah Fasilitas Arena Bermain
  • Blok D adalah Fasilitas Umum (Tempat Olah Raga)

Disamping blok-blok penunjang diatas, akan dikembangkan pula sarana dan prasarana lain misalnya: Kolam ikan, Gapura, pagar permanen dan shelter-shelter di blok tanaman

2. Tahapan – Tahapan Pembangunan

a) Tahap I (Perencanaan, Penataan Kawasan dan Penanaman)

Pada tahap perencanaan, pihak dari Pemda ikut dilibatkan sehingga diharapkan ada dukungan terhadap keberlanjutan program ini. Dalm tahap I (tahun 2008) ini direncanakan pembangunan Hutan Kota seluas 3.8435 ha.

Penataan kawasan dalam blok-blok tanaman, penataan sarana dan prasarana penunjang. Selain itu pada tahap ini juga dilakukan penanaman sehingga kawasan Hutan Kota segera dapat tertutup oleh tanaman.

b) Tahap II (Pembangunan sarana dan Prasarana serta Penambahan Koleksi)

Tahap ini merupakan tahap lanjutan dimana sarana dan prasarana pengunjung mulai dipersiapkan lebih banyak, antara lain: tempat parkir, arena bermain, fasilitas MCK dan lain-lain.

Dalam tahap ini diharapkan koleksi tanaman yang belum lengkap segera diwujudkan, karena dalam pengembangannya dimungkinkan adanya penambahan tanaman lain yang eksotik dan belum direncanakan. Kerjasama dengan pihak lain diharapkan terjalin pada tahap ini.

c) Tahap III (Pengembangan dan Promosi)

Tahap III merupakan pengembangan Hutan Kota kearah yang lebih baik dengan melengkapi fasilitas yang sudah ada, melakukan promosi dan menjalin kerjasama dengan obyek wisata lain dalam sebuah paket wisata.

3. Kerjasama Dengan Pihak Luar

Dalam pelaksanaan pembangunan hutan kota tidak lepas dari peran serta pihak ketiga. Kerjasama denga pihak luar diwujudkan mulai dari Tahap I sampai Tahap III. Kontribusi diharapkan dengan melakukan investasi bersama-sama dengan pihak-pihak terkait, misalnya dengan Pemda (Dinas Pariwisata) dan Swasta. Konsekuensinya akan dilaksankan bagi hasil dari harga tiket penjualan yang ada. Disamping itu pengelolaan Hutan Kota juga dilakukan dengan pola PHBM yang melibatkan masyarakat disekitar Hutan Kota.

Iklan