Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Pelecehan seksual adalah perilaku pendekatan-pendekatan yang terkait
dengan seks yang tidak diinginkan, termasuk permintaan untuk melakukan
seks, dan perilaku lainnya yang secara verbal ataupun fisik merujuk pada seks.
Pelecehan seksual dapat terjadi dimana saja baik tempat umum seperti bis, pasar, sekolah, kantor, maupun di tempat pribadi seperti rumah.
Dalam kejadian pelecehan seksual biasanya terdiri dari 10 persen kata-kata pelecehan, 10 persen intonasi yang menunjukkan pelecehan, dan 80 persen non verbal.

Pelaku dan korban

Walaupun secara umum wanita sering mendapat sorotan sebagai korban
pelecehan seksual, namun pelecehan seksual dapat menimpa siapa saja.
Korban pelecehan seksual bisa jadi adalah laki-laki ataupun perempuan.
Korban bisa jadi adalah lawan jenis dari pelaku pelecehan ataupun berjenis kelamin yang sama.
· Pelaku pelecehan seksual bisa siapa saja terlepas dari jenis kelamin,
umur, pendidikan, nilai-nilai budaya, nilai-nilai agama, warga negara,
latar belakang, maupun status sosial.
· Korban dari perilaku pelecehan sosial dianjurkan untuk mencatat
setiap insiden termasuk identitas pelaku, lokasi, waktu, tempat, saksi
dan perilaku yang dilakukan yang dianggap tidak menyenangkan.
Serta melaporkannya ke pihak yang berwenang.
· Saksi bisa jadi seseorang yang mendengar atau melihat kejadian
ataupun seseorang yang diinformasikan akan kejadian saat hal
tersebut terjadi. Korban juga dianjurkan untuk menunjukkan sikap
ketidak-senangan akan perilaku pelecehan.

Pelecehan seksual di kantor

Pelecehan seksual dikantor mungkin terjadi saat:
1. Keputusan menyangkut kepegawaian individu tertentu dibuat karena
individu tersebut melakukan atau menolak pendekatan-pendekatan
seksual dalam pekerjaannya. Keputusan-keputusan kepegawaian
misalnya terkait dengan promosi, penghargaan, pelatihan, dan
keuntungan-keuntungan lainnya.
2. Penolakan akan pendekatan seksual yang secara tidak masuk akal
berpengaruh pada penilaian pekerjaan individu atau menciptakan
lingkungan kerja yang mengintimidasi, kasar, atau penuh tekanan
lainnya.

Macam-macam perilaku yang digolongkan dalam pelecehan seksual di kantor antara lain :

· Lelucon seks, menggoda secara terus menerus akan hal-hal yang
berkaitan dengan seks baik secara langsung maupun melalui media
seperti surat, SMS, maupun surat-e.
· Penyiksaan secara verbal akan hal-hal yang terkait dengan seks.
· Memegang ataupun menyentuh dengan tujuan seksual.
· Secara berulang berdiri dengan dekat sekali atau hingga bersentuhan
badan dan badan antar orang.
· Secara berulang meminta seseorang untuk bersosialisasi (tinggal, ikut
pergi) di luar jam kantor walaupun orang yang diminta telah
mengatakan tidak atau mengindikasikan ketidak tertarikannya.
· Memberikan hadiah atau meninggalkan barang-barang yang dapat
merujuk pada seks.
· Secara berulang menunjukkan perilaku yang mengarah pada hasrat
seksual.

· Membuat atau mengirimkan gambar-gambar, kartun, atau material
lainnya
yang terkait dengan seks dan dirasa melanggar etika/ batas.
· Diluar jam kerja memaksakan ajakan-ajakan yang terkait dengan seks yang berpengaruh pada lingkup kerja.

Pencegahan

Secara umum sebaiknya pegawai menghindari berpergian sendirian pada
malam hari dan tidak bekerja lembur sendirian pada malam hari. Juga
dianjurkan untuk pergi bersama teman lainnya apabila ada keperluan diluar
jam kantor dan memastikan bahwa keberadaan diri diketahui oleh orang
lain.
Walaupun tidak ada jaminan bahwa berpakaian tertutup akan aman dari
perilaku pelecehan seksual, namun kode etik berpakaian secara profesional
dan prilaku yang profesional di kantor dianjurkan untuk menghindari
kejadian yang tidak diinginkan.
Diperoleh dari “http://id.wikipedia.org/wiki/Pelecehan_seksual”